Bersaing dengan Pemain Lama

, Jurnalis
Senin 07 Januari 2008 11:04 WIB
Share :

Usaha saya kira-kira sama dengan pemain lama. Usaha saya bergerak di bidang jasa layanan antarbarang. Nah pesaing saya sudah berumur tahunan bahkan mungkin bedanya dengan kami bisa 10 tahunan. Menurut pengasuh rubrik konsultasi pemasaran, bagaimana agar usaha kami bisa tetap jalan, dan dapat bersaing dengan pemain lama. Kami sebenarnya sudah mulai dilirik sejumlah klien. Tapi lagi-lagi kami harus berebut dengan pemain lama. Mudah-mudahan saya dapat solusi dan pencerahan.

Budi Proyoga
Surabaya , Jawa Timur


Jawaban


Dear Pak Budi Prayoga, persaingan usaha bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Malah sebenarnya justru dengan bersaing itulah bisnis kita akan berkembang dan semakin maju. Karena kita selalu terpacu untuk menjadi lebih baik, lebih efektif dan lebih efisien. Adapun agar tetap survive dalam persaingan tersebut, salah satu tools yang dapat kita gunakan adalah strategi marketing yang tepat. Mengutip salah satu ungkapan dari Hermawan Kertajaya, bahwa ilmu marketing muncul memang untuk merespons kebutuhan untuk bersaing dalam kegiatan bisnis.

Dalam kasus bisnis Anda, ada dua strategi bersaing yang dapat Anda lakukan agar bisnis Anda keluar sebagai pemenang :

1. Fokus pada segmentasi bisnis Anda. Tentukan segmen apa dalam bisnis layanan antarbarang yang anda layani. Apakah layanan pengiriman dalam kota, luar kota, antarpulau, atau antarnegara? fokus ini nantinya akan menentukan jenis produk apa yang akan kita kembangkan.

Sementara itu dari segmentasi konsumen, apakah kita akan fokus kepada klien korporat atau perorangan? Jika klien kita adalah korporat, apakah kita akan fokus kepada klien dengan aktivitas manufaktur, perdagangan (trading) atau pelayanan (services). Masing-masing aktivitas tersebut memiliki volume akan kebutuhan layanan yang berbeda dan kerap kali juga perlakuan yang berbeda (seperti kecepatan pengiriman, atau tingkat kerusakan barang yang dikirim).

Fokus kepada segmen-segmen tersebut akan membantu Anda untuk mengenali kebutuhan dan keinginan konsumen anda secara detail. Sehingga saat Anda tahu persis produk seperti apa yang akan Anda berikan.

2. Fokus pada pelayanan. Dalam suasana persaingan yang ketat, tidak jarang pemain-pemain di dalamnya tergiring untuk melakukan perang harga. Kondisi ini adalah pilihan yang terburuk dalam iklim persaingan bisnis, karena baik pihak penyedia produk/ layanan maupun konsumen pada akhirnya akan dirugikan.
Dalam menghadapi kondisi seperti ini, sikap yang tepat adalah Anda tetap fokus untuk memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan Anda. Hal ini sangat berkaitan dengan fokus yang pertama, karena tanpa mengenali siapa sebenarnya konsumen Anda, Anda akan kesulitan untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh mereka.

Untuk fokus dalam melayani konsumen, Anda tidak cukup hanya dengan menjual produk pengiriman barang saja, tetapi lebih dari itu, Anda harus menjadi solusi bagi kebutuhan pelanggan Anda untuk segala kebutuhan pengiriman mereka. Di sini Anda harus menjadi problem solver bagi mereka.

Terakhir, sebaiknya Anda juga selalu memantau tingkat kepuasan pelanggan Anda melalui survei kepuasan pelanggan. Sehingga Anda tetap dapat mengontrol kualitas layanan yang Anda berikan dan sekaligus membandingkannya dengan kompetitor.

Sukses bagi Anda.
Team BMI Research Jakarta

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya