JAKARTA - Perusahaan ritel barang elektronik PT Agis Tbk (AGIS) tetap melaksanakan penawaran umum saham terbatas (right issue). Langkah ini dilakukan untuk menambah modal kerja.
"Kami tetap akan melaksanakan penawaran umum saham terbatas sesuai rencana dalam prospektus ring yang telah diterbitkan," kata Corporate Secretary Agis Poernomo Adjie, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/2/2008).
Menurut dia, rencananya dana hasil right issue akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja perseroan. Hal itu meliputi pengembangan usaha perseroan (existing business), serta penyertaan pada anak perusahaan sesuai dengan kegiatan perseroan.
"Ditargetkan dana yang terhimpun dari hasil right issue dapat mencapai Rp700 miliar," katanya.
Prospektus rencana penawaran umum saham terbatas Agis telah diumumkan pada 22 Agustus 2007.
Dalam prospektus itu disebutkan perseroan akan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 3,74 miliar saham seharga Rp200 per saham disertai penerbitan waran maksimal 625,66 juta saham yang ditawarkan dengan harga Rp200 per lembar.
Rencananya, sebanyak 26,64 persen dana hasil rights issue akan digunakan untuk penyertaan modal di PT Agis Electronic, sebesar 42,62 persen untuk PT Agis Mitra Mandiri, dan sebanyak 30,74 persen akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam rangka mendukung impor barang anak perusahaan.
Hingga kini keputusan penawaran umum saham terbatas tersebut masih menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 27 pada Februari 2008.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany belum lama ini mengatakan, pihaknya belum menentukan sikap terkait izin rights issue Agis. "Saat ini masih kami proses, apakah nanti diizinkan atau tidak nanti kita lihat sesuai dengan prosedur saja. Mereka masukkan pernyataan pendaftaran dan apakah pendaftaran itu akan efektif, tentu harus ada yang dipenuhi dulu," ungkap Fuad.
Mengenai rencana Agis mengakuisisi perusahaan multimedia Akira Indonesia dan TT Indonesia, serta merger dengan Electronic Solution Poernomo mengungkapkan, perseroan tetap akan melaksanakan aksi korporasi tersebut. Hingga saat ini pihaknya masih melaksanakan pembicaraan intensif dengan pihak-pihak terkait. "Belum ada perubahan dari rencana tersebut," katanya.
Adapun sumber pembiayaan aksi korporasi itu dia menuturkan, pembiayaannya tidak akan menggunakan dana hasil right issue. "Itu akan diusahakan melalui mekanisme serta sumber dana yang lain," tandas Poernomo.
(Rani Hardjanti)