JAKARTA - Perusahaan tambang batu bara PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana mengakuisisi produsen batu bara BHP Kendilo Coal Indonesia dengan target penyelesaian transaksi pada pertengahan Oktober.
"Nilai akuisisi untuk pembiayaan berasal dari internal. Nilai akuisisi mencapai USD20 juta sedangkan untuk pengembangannya mencapai USD80 juta karena tambang tersebut tidak lagi beroperasi," seperti dikutip dari buletin Sarijaya Securities, di Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Saat ini, BHP Kendilo didirikan sebagai perusahaan patungan antara BHP sebesar 80 persen dan Mitsui sebesar 20.0 persen dan beroperasi di Petangis dan Rindu, Provinsi Kalimantan Timur.
Hingga akhir tahun, diperkirakan produksi batu bara Indika mencapai 22 juta ton. Diharapkan, dengan akuisisi dan penambahan tambang baru, produksi batu bara Indika akan meningkat menjadi 24 juta ton.
Sekadar diketahui, Indika Energy pernah menjajaki dua proyek baru senilai USD236 juta. Sayangnya, proyek tambang yang sedang dijajaki itu tidak jelaskan secara detail.
Adapun dana kebutuhan proyek baru tersebut telah masuk dalam anggaran belanja modal perseroan. Di mana, jumlah belanja modal perseroan mencapai USD580 juta, yang akan dipenuhi dari sisa penerbitan obligasi, kas internal, dan dana hasil initial public offering (IPO).
Perseroan pun tengah mengembangkan tiga proyek perawatan dan operasi minyak. Satu proyek di antarnya merupakan kerja sama dengan Chevron, dan dua di antaranya dengan Pertamina yang berada di Jambi Merang, Jambi, dan Ujung Pangkah, Gresik.