Dengan hormat,
Saya seorang tenaga marketing yang bekerja di sebuah perusahaan yang menjual jasa pengharum toilet/ruangan. Namun saya menemui kesulitan dalam menemukan strategi terbaik supaya produk saya bisa dikenal oleh para penghuni perumahan.
Selama ini saya sudah mencoba-coba hal seperti, membagikan brosur titip lewat security, dan 2. mengisi acara arisan (presentasi produk) tapi saya merasakan strategi tersebut masih belum maksimal.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Apakah ada tips yang lebih jitu yang bisa langsung tepat sasaran? bagaimana caranya?
2. Apakah ada cara mudah untuk mendapatkan contact person ketua arisan di suatu perumahan? karena sangat sulit mendapatkan contact person ketua arisannya.
Sekian, atas tanggapannya diucapkan banyak terima kasih.
regards,
Wilfan Kurnialim
Jawaban:
Salam sukses untuk Mas Wilfan
Pertama yang ingin kami sampaikan adalah, kami tidak mengetahui secara spesifik produk yang ditawarkan oleh Mas Wilfan, apakah murni bersifat Fast Moving Consumer Goods (FMCG) seperti produk pengharum lainnya atau memiliki spesifikasi teknis yang lebih kompleks dari pengharum ruangan biasa, sehingga kami tidak bisa langsung memberikan justifikasi apakah cara pemasaran yang dilakukan sekarang sudah tepat atau belum.
Namun, untuk memastikan metode pemasaran yang lebih efektif, kita dapat melacaknya dengan memperhatikan perilaku produk seperti pengharum ruangan ini. Apabila ini lebih dekat kepada produk FMCG, yang perlu diperhatikan adalah perilaku pembelian produk ini didasarkan pada keputusan cepat, tanpa keputusan yang rumit dan cenderung termasuk ke dalam kategori perilaku pembelian impulse buying. Yaitu pembelian spontan yang dirangsang oleh stimulus seperti warna, bau, suara, atau penampilan lain yang dianggap menarik.
Oleh karena itu untuk memasarkan produk seperti ini dibutuhkan point of purchse yang bisa menarik perhatian calon konsumen, seperti display di toko atau boot penjualan. Produk-produk seperti ini cenderung 'memasarkan dirinya sendiri'' melalui rancangan packaging dan produk yang menarik, sehingga yang diperlukan dari pemasar atau penjual adalah mengupayakan penempatan produk tersebut di lokasi yang tepat pada waktu yang tepat untuk target konsumen yang tepat.
Tanpa mengecilkan arti pemasar yang berkeliling menawarkan produk ini, pola pemasaran door-to-door secara rutin yang dilakukan oleh Anda cenderung berpotensi menimbulkan dampak annoying atau mengganggu, karena dari nature-nya konsumen membeli produk ini karena ketertarikan pada kontak dengan produk, dan bukan kontak dengan pemasar. Hal yang berbeda apabila produk ini dipasarkan dengan layanan yang lebih terintegrasi atau kompleks seperti layanan kebersihan atau sanitasi ruangan/toilet, di mana kehadiran sales representative diperlukan untuk memberikan product knowledge yang lebih detail.
Pola pemasaran door-to-door bisa dilakukan untuk bagi produk seperti ini dengan tujuan untuk melakukan memperkenalkan produk baru yang bertujuan memancing konsumen untuk melakukan trial, atau dalam rangka promosi khusus. Selebihnya, untuk mendapatkan retain atau pembelian kembali dari konsumen kita harus menata point of purchase produk kita melalui chanel-chanel penjualan yang dimiliki oleh perusahaan.
Jadi saran yang dapat kami berikan, setelah membagi-bagikan brosur, petakan mana saja toko-toko yang potensial untuk menjual produk anda, dan minta pemiliknya bekerja sama untuk mendisplay produk anda dengan sebaik mungkin. Hal ini saya kira jauh akan lebih efektif daripada anda bersusah payah mencari nomor kontak ketua kelompok arisan, yang belum tentu memberikan impact trial sales bahkan retain sales.
Salam
Inu Machfud R
Head Researcher
BMI Research
Jakarta - Kuala Lumpur
www.bmi-research.com
(Rani Hardjanti)