Imbas Pelemahan Dolar Diwaspadai

Candra Setya Santoso, Jurnalis
Minggu 11 Oktober 2009 11:35 WIB
(Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar dolar Amerika yang cukup signifikan harus diwaspadai imbasnya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setidaknya, pemerintah menyiapkan dua langkah konkret mengatasi hal tersebut.

"Ya kita harus lebih waspadai penurunan ini. Setidaknya Bank Indonesia (BI) sudah mendekat ke arah kita kan? dan mengerti bagaimana mengantisipasinya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum lama ini.

Kurs rupiah belakangan terus menguat. Bahkan, sudah berada di level 9.400 per USD, jauh menguat dibandingkan beberapa pekan sebelumnya yang berada di atas level Rp10.000 per USD.

Terkait pelemahan mata uang dolar tersebut, pemerintah telah mengantisipasi beberapa hal. Pertama, recovery ekspor Indonesia menjadi tidak berlangsung cepat.
 
"Coba lihat, Amerika sekarang tidak akan mengimpor terlalu banyak," katanya.

Dikatakan dia, recovery perekonomian global tidak akan disertai dengan recovery perdagangan internasional secara cepat. Apalagi jika ditambah dengan kemungkinan proteksionisme.

"Jadi, pertumbuhan ekspor tidak akan melonjak seperti sebelum krisis yang bisa mencapai 10- 20 persen," katanya.

Kedua, adalah pelemahan dolar membuat impor relatif lebih murah. Ini akan menjadi tantangan bagi industri domestik.

"Indonesia sedang dalam posisi mendesain dan menjaga ekonomi nasional dengan kebijakan memperkuat permintaan domestik melalui penguatan investasi dan konsumsi," ungkapnya.

Persoalannya, dia menekankan investasi akan mengalami persaingan dengan barang-barang impor yang begitu murah. Ini tantangan bagi Indonesia untuk memperbaiki biaya investasi menjadi rendah. "Apakah itu dalam bentuk inflasi, suku bunga lebih rendah, reformasi birokrasi untuk menurunkan beban usaha, serta infrastruktur yang makin efisien sehingga biaya listrik, air, telekomunikasi menjadi kompetitif dan rendah," katanya.

Upaya tersebut dilakukan karena tekanan terhadap kompetisi atas melemahnya dolar tidak selalu positif.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya