JAKARTA – Rencana pemerintah untuk menurunkan setoran dividen dari BUMN perbankan akan diimbangi dengan menaikkan setoran dari BUMN non-perbankan. Hal ini ditempuh untuk memaksimalkan penerimaan dividen BUMN yang ditargetkan sebesar Rp29,5 triliun untuk 2010 ini.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, alasan penurunan setoran dividen dari BUMN perbankan karena mempertimbangan kebutuhkan tambahan modal bank untuk meningkatkan kemampuan bank-bank BUMN dalam memberikan kredit.
”Dividen perbankan kita kurangi ke pemerintah dengan pertimbangan bank butuh tambahan modal, kita beri mereka kesempatan untuk memberikan kredit tapi untuk perusahaan non bank seperti pertambangan dan jasa usaha lainnya tidak terlalu penting sehingga kita imbangi dari mereka,” ujarnya, di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (21/5/2010).
Pemerintah hanya menarik dividen sebesar 30- 35 persen atas laba bersih tahun 2009 dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri Tbk. Padahal sebelumnya pemerintah menetapkan setoran dividen dari sekira 50 persen dari hasil pencapaian laba bank-bank BUMN tersebut.
Sementara itu, untuk menutupi penurunan setoran dividen tersebut, nantinya akan diimbangi dengan menaikkan setorn dari BUMN bergerak di sektor lain seperti pertambangan, Telekomunikasi, dan jasa-jasa lainnya, agar target setoran dividen bisa tercapai tahun ini.
Sebagai contoh, Jasa Marga yang tahun lalu menyetor 50 persen, tahun ini akan dinaikkan menjadi 60 persen, kemudian PGN akan diminta lebih tinggi dari tahun lalu bisa dinaikkan juga menjadi 60 persen.
“Telkom juga, jadi untuk sektor yang tidak terkait dengan kredit kita akan minta,” tambahnya.
Meskipun meminta kenaikan setoran, Mustafa juga tidak memungkiri bahwa BUMN-BUMN non-bank seperti PGN dan Jasa Marga memang membutuhkan investasi, namun pendanaannya bisa dicukupi dengan pinjaman dari luar.
”PGN dan Jasa Marga juga butuh investasi, tapi ada prinsip equity dan kelihatannya equity masih mencukupi dengan bantuan kredit atau dari luar. Jadi kebutuhan ini sudah kita pertimbangkan, sehingga jangan sampai terkendala,” tandasnya.(adn)
(Rani Hardjanti)