JAKARTA - Merukh Enterprises melalui anak usahanya, PT Lebong Tandai memberikan penawaran terhadap Patra Jasa 120 persen lebih tinggi di atas harga dasar yang ditawarkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
“Kami sudah mengajukan penawaran harga untuk Patra Jasa sebesar Rp2,85 triliun,” kata Manager Government and Public Relation Meruks Enterprises Alexander Yopi Susanto, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (24/10/2010).
Dia menjelaskan, penawaran tersebut sudah diajukan perusahaan kepada PT PPA pada pekan lalu. Adapun, harga dasar yang dibuka PPA dalam lelang aset PT Pertamina (Persero) tersebut sebesar Rp2,37 triliun.
Perusahaan juga sudah bersedia menempatkan dana jaminan (security deposit) senilai Rp118 miliar agar diikutsertakan dalam proses uji tuntas (due diligence) pelepasan aset Patra Jasa.
Menurut dia, harga yang diajukan tersebut menunjukkan keseriusan perusahaan membeli saham milik perusahaan minyak dan gas pelat merah tersebut. Ketertarikan perusahaan mengakuisisi Patra Jasa lantaran ingin memperluas bisnis propertinya.
“Selain itu, kami berani menawar lebih tinggi ingin mendukung Pertamina sebagai fokus pada inti bisnisnya,” ujarnya.
Di samping itu, dia melanjutkan, dengan pembelian saham divestasi sebesar 66,67 persen seharga Rp2,85 triliun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas tersebut bisa mengembangkan usahanya dan merealisasikan rencananya menjadi perusahaa minyak dan gas (migas) kelas dunia.
Sementara itu, jika berhasil memenangkan lelang tersebut, Yopi mengatakan, dana yang akan digunakan bersumber dari kas internal Lebong Tandai, Meruks Enterprises dan sebagian pinjaman perbankan.