JAKARTA - Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Renny Rorong mengakui, Meruks Enterprises melalui anak usahanya PT Lebong Tandai memang telah mengajukan harga untuk membeli hotel milik perusahaan migas pelat merah, Patra Jasa.
Selain Meruks Enterprises, dia menuturkan, ada empat investor lain yang sudah menyatakan minatnya terhadap Patra Jasa. Namun, dia enggan menyebutkan nama empat investor tersebut. “Semuanya ada lima investor. Ada asing maupun lokal,” ujar dia, di Jakarta, Minggu (24/10/2010).
Karena merupakan lelang terbuka, dia berharap, investor lain yang berminat untuk segera mengajukan dokumen penawaran kepada PPA.
Berdasarkan jadwal yang sudah dipublikasikan, proses due diligence dilakukan pada 13 Oktober-1 November 2010, sedangkan penawaran dan penyelesaian transaksi dilakukan pada 3 November-16 Desember 2010. Selanjutnya, penandatanganan akta dilakukan pada 18 Desember 2010.
Patra Jasa merupakan salah satu anak usaha Pertamina, yang bergerak di bidang perhotelan, penyewaan ruang kantor dan rumah. Adapun, Patra Jasa mengoperasikan tujuh hotel yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Bali, Parapat, dan Anyer.
Selain itu, satu gedung perkantoran, Patra Office Tower di Jalan Gatot Subroto Jakarta; penyewaan rumah, Patra Residential yang terdiri dari 132 rumah dan kavling yang berlokasi di daerah Kuningan Jakarta Selatan; ruang perkantoran di Menara Sudirman, Jakarta.
Saham Patra Jasa sebesar 99,98 persen atau 54.872 saham dimiliki PT Pertamina dan sisanya senilai 0,02 persen atau 10 saham dikuasai Patra Niaga. Adapun, saham yang akan dijual sebanyak 36.588 saham atau setara 66,67 persen melalui mekanisme private placement dengan melakukan proses penjualan kepada investor strategis secara transparan.
Sementara itu, Lebong Tandai merupakan perusahaan nasional yang 100 persen sahamnya dimiliki Merukh Enterprises. Bisnis utama PT Lebong Tandai adalah pertambangan mineral, batu bara dan energi serta sudah memperluas bisnisnya pada bidang agri-industri dan properti.
Mitra PT Lebong Tandai antara lain Gencore Mining dari Afrika Selatan, yang mengelola dan memiliki tambang emas di Pulau Wetar dan Dutch S Mohell Oil yang memiliki dan mengelola tambang emas bawah tanah di Bengkulu.
PT Lebong Tandai juga menguasai 100 persen saham Avocet Mining Plc di Asia Tenggara, terutama tambang emas Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara dan Penjom Malaysia.