Penguatan Dolar Hanya Sementara!

Rheza Andhika Pamungkas, Jurnalis
Rabu 27 Oktober 2010 07:15 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Aksi rebound dolar Amerika terhadap mata uang lain, khususnya euro dalam beberapa hari kemarin diprediksi karena adanya aksi ambil untung (profit taking) dalam perdagangan kemarin. Hal inilah yang membuat mata uang khususnya Euro mengalami pelemahan sedangkan USD menguat.

"Namun euro masih memiliki kecenderungan untuk terus menguat karena pasar Amerika Serikat (AS) masih lemah. Apalagi ekspor global yang mulai menunjukkan peningkatan pertumbuhan. Maka kemungkinan resiko itu menurun. Sehingga pasar kemungkinan akan berinvestasi di mata uang beraset resiko tinggi seperti euro, poundsterling," ujar Analis Valas dari PT Bank Himpunan Saudara Tbk (SDRA) Rully Nova ketika dihubingi okezone di Jakarta, Rabu (27/10/2010).

Ia melanjutkan namun masih ada beberapa faktor resiko yang harus diwaspadai pasar terutama masih kurang stabilnya ekonomi di zona Eropa. "Euro akan diperdagangkan di kisaran 1,3950-1,3970 per USD namun untuk tembus sampai ke level 1,40 nampaknya masih belum kuat," tambahnya.

Untuk yen, menurutnya pergerakan cenderung akan sama seperti dolar Amerika. "Karena yen ini adalah mata uang yang bersifat hedging (hanya sebagai sarana lindung nilai) apabila perekonomian dunia sedang bergejolak," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya