JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menuturkan bahwa bulan April 2011 mendatang berpotensi untuk terjadinya deflasi, sama seperti bulan Maret ini.
“Saya belum tahu, tetapi potensi deflasi ada. Potensinya ada, yang terburuk ada inflasi tetapi kecil," ungkap Rusman di Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Lebih lanjut Rusman menjelaskan bahwa potensi deflasi pada bulan depan sangat tergantung kepada harga minyak karena pada bulan Maret 2010 ada deflasi. Akan tetapi jika deflasinya lebih tipis, maka inflasi year on year (yoy) akan cederung naik.
Terkait dengan harga minyak, Rusman menambahkan bahwa hal ini masih belum diputuskan karena policy yang masih belum diputuskan.
“Kalau kenaikan harga minyak dalam pengertian policy tentu belum karena sekarang masih di pending. Tetapi kalau bicara pertamax memang ada kenaikannya karena bulan kemarin kita hitung pertamax Rp8.100, sekarang hitungannya sudah Rp8.700. Tetapi perlu dipahami share pertamax tidak begitu besar. Sekarang ini diduga perbedaan yang tinggi ada migrasi penggunaan pertamax ke premium," pungkasnya. (git)
(Widi Agustian)