Jelang Ramadan, Stok Daging Sapi Jatim Aman

Nurul Arifin, Jurnalis
Selasa 12 Juli 2011 10:30 WIB
Ilustrasi. Foto: okezone
Share :

SURABAYA - Stok daging sapi untuk wilayah Jawa Timur (Jatim) jelang bulan Ramadan yang masih kurang beberapa minggu lagi dipastikan aman. Sebab, populasi sapi di Jatim mencapai 30 persen dari populasi sapi nasional.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Suparwoko, dari jumlah 3,7 juta ekor untuk sapi potong dan 2,321 juta ekor sapi perah, Jatim masih kuat untuk persiapan menjeang Ramadan sampai hari raya nanti.

"Tingkat kelahiran sapi di Jatim kurang lebih 802 ribu ekor per tahun sedangkan yang dipotong hanya sekira 454 ribu ekor per tahun. Jadi persediaan sapi di Jatim masih surplus," kata Suparwoko kepada wartawan, di Surabaya, Selasa (12/7/2011).

Ia mengibaratkan, jika sapi tidak ada yang lahir dalam waktu empat sampai lima tahun, maka hal itu masih mencukupi kebutuhan daging sapi di Jawa Timur. Meski Jatim dikatakan sebagai surplus daging sapi, namun akan timbul masalah jika keran impor ditutup oleh Australia. Konsekuensinya adalah Jawa Timur harus mensuplai seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Menurutnya, kalaupun impor sapi dibuka lagi, maka sapi tersebut harus dikenakan bea masuk oleh pemerintah. Dengan begitu, pemerintah bisa mendapatkan keuntungan bukan seperti selama ini yang tidak dikenakan bea masuk.

"Karena sapi impor tidak dikenakan bea masuk, makanya harga jualnya murah sehingga sapi lokal terkena imbas harganya ikut turun," tukasnya.

Berdasarkan data, konsumsi daging di Jatim 2005-2010 mengalami fluktuasi. Rata-rata tingkat konsumsi daging masyarakat Jatim masih rendah. Pada 2005, konsumsi daging mengalami penurunan pada 2004 hampir sebesar satu kg/kapita/tahun. Kemudian pada 2006, konsumsi daging masyarakat meningkat 0,13 kg/kapita/tahun atau belum beranjak di kisaran delapan kg/kapita/tahun.

Peningkatan drastis konsumsi daging baru terjadi pada 2007, sebesar 9,21 kg/kapita/tahun atau selisih 1,03 kg/kapita/tahun dibanding 2006. Namun pada 2008 terjadi penurunan lagi sebesar 0,89 kg/kapita/tahun. Begitu juga pada 2009 tidak mengalami perubahan yang cukup drastis karena masih di kisaran 8,73 kg/kapita/tahun. Pada 2010 terjadi peningkatan sebesar 0,43 kg/kapita/tahun sehingga kembali di kisaran angka 9,17 kg/kapita/tahun. (and)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya