Medco Garap CBM di Lematang USD4,6 Juta

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Selasa 02 Agustus 2011 12:55 WIB
Logo Medco
Share :

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menuturkan melakukan penandatangan production sharing contract coal bed methane Blok Lematang (PSC CBM Lematang) yang terletak di daerah Sumatera Selatan senilai USD4,6 juta.

Kesepakatan ini ditandatangani antara anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki sepenuhnya, PT Medco CBM Lematang yang dimiliki melalui PT Medco Energi CBM Indonesia, PT Methanindo Energy Resources, PT Saka Energy Indonesia, sebagai konsorsium dan Badan Pelaksana Hulu Minyak Gas (BP Migas) sebagai Badan Hukum Milik Negara.

"PSC CBM Lematang ini merupakan PSC ketiga yang ditandatangani oleh Medco, setelah PSC CBM Sekayu dan PSC CBM Muralim. Seluruh PSC tersebut terletak di Sumsel berdekatan dengan PSC lapangan minyak dan gas perseroan. Di mana untuk PSC CBM LEmatang, perseroan beserta anggota konsorsium berkomitmen akan melakukan pengeboran dua sumur core hole dan dua sumur eksplorasi yang akan dilanjutkan ke tahapan production testing  atau dewatering dengan jumlah nilai sebesar USD4,6 juta untuk jangka waktu tiga tahun pertama," ungkap Direktur Operasi Eksplorasi dan Produksi MEDC Frila B Yaman dalam keterbukaan informasinya, di Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Perjanjian PSC CBM Lematang, tersebut menetapkan masing-masing hak dan kewajiban para pihak yang mengoperasikan dan yang tidak mengoperasikan termasuk pelaksanaan eksplorasi, penilaian, pengembangan dan produksi bersama CBM dari 805, delapan km persegi PSC CBM Lematang, karena daerah CBM terletak di aset minyak dan gas yang berproduksi di blok Lematang dan juga mempertimbangkan pengalaman perseroan  dalam industri CBM, Medco akan ditunjuk sebagai operator blok ini.

Sementara itu, PSC CBM Lematang memungkinkan para pihak untuk melakukan maksimal 10 tahun masa eksplorasi dan 20 tahun masa eksploitasi, konsorsium mengharapkan bahwa hal itu bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah Indonesia  melalui CBM yang mana berdasarkan evaluasi bersama memiliki potensi yang cukup signifikan.

Sementara itu, Direktur Utama Medco Lukman A Mahfud menuturkan Penandatanganan ini menunjukan komitmen Medco yang berkelanjutan  dalam mendukung kebijakan  energi nasional dengan menyediakan energi melalui pengembangan berbagai potensi energi yang ada di Indonesia termasuk CBM, di samping energi utama, minyak dan gas.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya