JAKARTA - Sentimen negatif Asia akibat diturunkannya peringkat utang Jepang memberikan tekanan tersendiri ke rupiah. Alhasil, rupiah pun bergerak melemah terimbas aksi ambil untung investor.
Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BEI), ada di level Rp8.546 per USD, melemah dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yang ada di Rp8.544 per USD.
Sementara menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp8.562 per USD dengan kisaran perdagangan harian di Rp8.522-Rp8.562 per USD. Di sisi lain, euro tampak menguat atas dolar AS ke USD1,444 per USD, begitu juga pounds menguat ke USD1,65 per pounds.
Padahal, pasar global cukup positif untuk mempengaruhi pasar Asia hari ini, sehingga seharusnya rupiah menguat.
Sementara BI mencatat kenaikan cadangan devisa pada posisi 19 Agustus menjadi USD124,5 miliar, naik USD1,8 miliar dari posisi akhir Juli ditengah menurunnya posisi kepemilikan asing pada SBI, SUN, dan saham senilai total USD1,96 miliar.
Tapi kabar buruk datang dari Jepang, Moody’s menurunkan peringkat utang Jepang menjadi Aa3, stabil karena kekawatiran terhadap prospek ekonomi yang lemah. Rasio utang Jepang mencapai 219 persen dari PDB.
(Widi Agustian)