Rupiah Diproyeksikan Terkoreksi Jelang Libur Panjang

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Jum'at 26 Agustus 2011 07:51 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Setali tiga uang dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), untuk rupiah pun pada perdagangan kali ini juga diprediksikan akan kembali terkoreksi.

Menjelang libur panjang seperti ini, investor akan mengurangi portofolionya di market karena tidak mau menempatkan dananya terlalu banyak dalam musim liburan kali ini untuk menghindari risiko yang bisa saja terjadi dalam kurun waktu sepekan ini.

"Rupiah kali ini akan berada dikisaran Rp8.560-Rp8.610 per USD," ungkap analis valas Rully Nova kepada Okezone, Jakarta, Jumat (26/8/2011).

Di samping itu, investor pun cenderung wait and see terhadap keputusan the Fed. Apakah akan melanjutkan kebijakan moneter longgar atau quantitave easing yang ketiga atau tidak. Menurut Rully, jika the Fed melanjutkan kebijakan tersebut maka kekhawatiran investor terhadap ancaman perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) akan sedikit mereda.

Aktivitas perekonomian masyarakan AS pun diprediksikan akan meningkat dari pada sebelumnya. Jika kekhawatiran tersebut sedikit mereda investor tidak ragu untuk menempatkan portofolionya kembali dipasar uang sehingga sejumlah mata uang pun diporediksi akan mengalami penguatan termasuk juga rupiah.

Seperti diketahui, (25/8/2011) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp8.590 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp8.550 per USD.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya