JAKARTA - Negatifnya pasar AS dan Eropa membawa kembali sentimen positif pasar Asia. Harga saham-saham Asia justru terimbas negatif. Sementara, rupiah melemah di level Rp8.578 per USD.
Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat, rupiah berada di level Rp8.578 per USD, melemah satu poin dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yakni Rp8.577 per USD. Menurut yahoofinance, rupiah ditransaksikan di Rp8.562,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp8.567,5-8.607,5 per USD.
Di sisi lain, euro tampak menguat atas dolar AS ke USD1,44 per euro, begitu juga pounds menguat ke USD1,63 per pounds.
Untuk pertama kalinya, tax holiday bersyarat diterapkan pemerintah mulai 15 Agustus lalu. Secara umum, fasilitas ini menarik dan diharapkan mampu meningkatkan penanaman modal langsung dengan lebih signifikan. Sumbangan investasi terhadap PDB diharapkan bisa naik menjadi 30 persen, dibandingkan posisi saat ini yang baru sekira 18-22 persen.
Pasar AS juga menyambut positif perbaikan di sektor komoditas 'durable goods' atau barang tahan lama dan sektor perumahan. Pesanan durable goods tercatat meningkat empat persen month on month (mom) pada Juli 2011.
Sementara, harga perumahan juga mencatatkan kenaikan 0,9 persen mom pada Juni lalu. Tetapi, nilai properti tersebut masih turun 5,9 persen yoy. Perbaikan-perbaikan tersebut membuat mata uang dolar menguat. Selain itu, imbal hasil obligasi 10T pun naik menjadi 2,299 persen dari posisi terendahnya, 2,062 persen, beberapa hari lalu.
(Widi Agustian)