TANGERANG - Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menyatakan ada sekira 100 merek waralaba (franchise) dari Negeri Jiran, Malaysia yang akan memeriahkan pasar Indonesia.
"Akan ada 100 merek franchise dari Malaysia yang buka di Indonesia pada akhir tahun ini," ungkap Ketua AFI Anang Sukandar saat ditemui dalam peresmian kantor pusat Es Teler 77 di Alam Sutera, Tangerang, Rabu (12/10/2011).
Namun dirinya menyatakan tidak khawatir dengan keberadaan merek yang akan membanjiri pasar Indonesia. Dengan masuknya merek luar ke Indonesia bisa belajar untuk menutupi kekurangan yang ada saat ini. "Jangan fobia. Malah kita bisa belajar dari situ," katanya.
Lebih jauh dirinya mengungkapkan, jika saat ini franchise lokal masih sulit merambah pasar luar negeri. Hal tersebut terbukti dari baru sekira 15 merek dagang franchise Indonesia yang masuk ke pasar luar negeri. Salah satu kendala yang dihadapi adalah pemberian visa yang cuma berlaku selama tiga bulan. Selain itu, SDM juga menjadi kendala sulitnya franchise Indonesia masuk pasar luar negeri.
"Franchise Indonesia masih sulit untuk go Internasional. Sampai saat ini baru sekira 15 merek yang bisa merambah pasar luar negeri. Seperti Es Teler 77, Veneta, Martina Berto, Masakan Minang, Kebab Turki, dan ada beberapa yang lain saya lupa," katanya lagi.
Diakuinya pula, hal tersebut karena kurangnya dukungan pemerintah dari Indonesia. Dicontohkannya, dalam setiap pameran franchise di Malaysia misalnya, yang membuka langsung acara tersebut adalah perdana menteri. "Tapi coba di Indonesia, paling cuma direktur yang buka," katanya singkat. rakhir diungkapkannya, jika hingga saat ini terdapat 40 ribu merek franchise yang menjajakan produknya di Indonesia. Baik itu merk asal Indonesia maupun luar negeri. "Enam ribu dari 40 ribu itu merek luar negeri," tutupnya.
(Widi Agustian)