DENPASAR - Nilai investasi Indonesia di sejumlah negara di Asean mengalami peningkatan tajam dari USD37,8 miliar pada periode 2009 naik hingga 100 persen menjadi USD70,8 miliar di periode 2010.
"Nilai investasi kita di wilayah Asean mengalami peningkatan signifikan sebesar 100 persen yang sebagian besar di bidang industri,” ujar Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Asean, Gede Ngurah Swajaya, saat jumpa pers di Denpasar, Kamis (13/10/2011).
Dia menambahkan sesuai tujuan pembentukan komunitas ASEAN pada 2015 sebagai pusat industri yang kompetitif bagi negara-negara industri di dunia seperti Jepang dan Jerman, maka ada beberapa prioritas yang akan dilakukan.
Di antara prioritas utama Indonesia dalam Asean mencakup percepatan implementasi tiga blue print atau cetak biru Komunitas Asean menuju pembentukan Komunitas Asean 2015. Diharapkan hal itu bisa memperkuat peran Asean dalam membentuk arsitektur regional di kawasan Asia Pasifik dan mendorong terciptanya keseimbangan yang dinamis di kawasan Asean dan Global.
Selain itu, prioritas yang dilandasi pada tujuan utama dalam menjadikan Asean sebagai organisasi yang bersifat people-centered dan people-oriented.
Menyinggung peluang dan tantangan menuju Komunitas Asean 2015 dan sesudahnya, kata dia dilakukan dengan mempertahankan stabilitas dan keamanan kawasan dari ancaman keamanan tradisional dan modern.
Guna menjaga stabilitas perekonomian dari dampak krisis global yang kerap menerpa dunia seperti terjadi beberapa waktu lalu, maka negara anggota telah mengantisipasinya dengan menggerakkan perdagangan ekspor-impor antarkawasan. Dicontohkan pada saat krisis melanda kawasan Asia, pertumbuhan ekonomi cukup stabil, seperti terjadi China, India, dan Indonesia.
"Negara-negara Asean lainnya, yang sempat mengalami guncangan ekonomi dalam kurun setahun bisa kembali pulih bahkan tercatat mengalami pertumbuhan antara lima sampai enam persen,” imbuhnya.
Upaya lainnya, kata dia dengan menjadikan Asean sebagai pasar tunggal dan basis produksi yang kompetitif terhadap ancaman berbagai krisis keuangan dan ekonomi. Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan kerja sama Asean sebesar-besarnya demi kepentingan kawasan.
(Widi Agustian)