Gas Telat Datang, PLN Rugi USD1,3 Juta/Hari

Saugi Riyandi, Jurnalis
Sabtu 03 Desember 2011 13:28 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - PT PLN (Persero) menegaskan mengalami kerugian USD1,3 juta per hari, akibat keterlambatan pengiriman gas dari Jambi Merang ke Muara Tawar sebesar 65 bbtud.

"Kerugian yang ditanggung dalam pengunduran pengiriman gas 65 bbtud sebesar USD1,3 juta per hari," ujar Kepala Divisi minyak dan gas PLN Suryadi Mardjoeki dalam pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

Dirinya mengatakan kerugian yang ditanggung tersebut karena pembangkit yang seharusnya memakai gas terpaksa harus menggunakan solar. "Kerugian kami dikarenakan pembangkit yang semestinya menggunakan gas, terpaksa harus menggunakan solar yang harganya jauh lebih mahal," tegasnya.

Namun, lanjut Suryadi, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan gas itu akan dikirim. "Saya tidak bisa memastikan kapan gasnya akan dikirim," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan, saat ini lapangan Jambi Merang telah efektif memasok gas bumi kepada PLN sebesar 65 bbtud mulai 1 Desember 2011. Tapi ternyata pengiriman gas itu terlambar karena masalah administratif.

Dari jumlah tersebut sebesar 55 BBTUD diperuntukkan untuk pembangkit listrik di Muara Tawar Jakarta sisanya untuk pembangkit listrik Payo Selincah, Jambi. “Pengiriman dilakukan dengan mekanisme swap antara Jambi Merang dengan ConocoPhillips,” ujarnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya