JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menilai harus ada program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), ini dilakukan guna mendapatkan pengematan keuangan secara nyata.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menyatakan, salah satu faktor penting agar program konversi BBM ke BBG dapat cepat terlaksana maka perlunya ditunjuk badan usaha atau lembaga pemerintah sebagai koordinator pelaksana implementasi dan monitoring program konversi BBM ke BBG.
"(Kita telah) mengambil pelajaran dan pengalaman dari program Konversi Minyak Tanah ke LPG yang berjalan dengan sukes, serta pengalaman di bidang upstream, midstream, maupun downstream, Pertamina menyatakan kesiapannya untuk menjadi Koordinator program Konversi BBM ke Gas," ujar Karen kala ditemui dalam acara "Go Gas Indonesia National Forum" di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (5/12/2011).
Terlepas dari kesiapan tersebut dan seluruh pihak-pihak terkait, pelaksanaan program konversi ini tidak akan ada artinya tanpa koordinasi yang solid.
"Saya ambil contoh di sini program pembagian converter kit oleh salah satu Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu. Karena tidak ada komunikasi dan koordinasi dengan pihak pendukunglainnya, maka program tersebut menjadi sia-sia karena ketidaksiapan dari penyediaan tabung gas, workshop pemasangannya, maupun kesiapan SPBG sebagai penyalur gas-nya," tegasnya.
Karen menuturkan, sudah saatnya negeri ini memiliki kebijakan energi yang mengarah kepada penghematan energi fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
"Masing-masing energi perlu dihargai sesuai nilai perolehannya secara ekonomis. Subsidi Pemerintah yang saat ini terus tersedot untuk BBM bisa dialihkan kepada sektor lain yang masih sangat membutuhkan," tuturnya.
Selain itu, dia menilai program konversi BBM ke Gas ini perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah sebagai regulator, seluruh pelaku usaha hulu gas, usaha midstream gas, maupun usaha hilir gas.
"Saya yakin kesuksesan program konversi ini akan memperbaiki kualitas udara di sekitar kita. Di samping itu, penghapusan Subsidi BBM akan menghasilkan penghematan keuangan negara secara signifikan," pungkasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)