Ini Alasan Gita Genjot TOEFL Pegawai Kemendag di Atas 600

Yuni Astutik, Jurnalis
Senin 02 Januari 2012 13:30 WIB
Mendag Gita Wirjawan
Share :

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menegaskan, rencana mewajibkan skor TOEFL capai 600 dinilai wajar seiring dengan arus perdagangan global.

"Saat ini kita kompetensinya dengan dunia. Kita harus bisa global. Bukan hanya Bahasa Inggris, Jepang, Arab, Prancis, dan Mandarin," katanya saat ditemui seusai pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2012, di Gedung BEI, Senin (2/1/2012).

Dia kembali memastikan jika saat ini sudah memasuki era perdagangan bebas. Di mana penggunaan bahasa merupakan saah satu syarat agar arus perdagangan lancar. "Kita kan di perdagangan luar negeri harus bisa bahasa Inggris," tegasnya.

Dia mencontohkan, Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) pada akhir 2011 sebanyak 258 karyawannya sudah memiliki TOEFL di atas 600 dari total 580 karyawan.

"BKPM terbukti bisa. Kita kasih latihan, kasih kesempatan. BKPM sudah dilakukan, sudah sukses. Awal 2011 nol karyawan sekarang 258 dari 580 yang sudah capai TOEFL 600 ke atas," tandasnya.

Informasi saja, pada 2012, Gita memang berencana meningkatkan jumlah pegawai yang menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, melalui pencapaian skor TOEFL di atas 600. Tahap awal akan diberlakukan untuk 1.000 pegawai.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya