JAKARTA - Untuk mengurangi dampak eksternal yang berpotensi menggerus kinerja investasi, pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai upaya pembenahan dan penyempurnaan untuk mendorong minat dan ketertarikan investor menanamkan modalnya di dalam negeri.
Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis menuturkan jika salah satunya adalah dengan pembenahan dari sektor infrastruktur.
"Upaya pemerintah menjadikan tahun ini sebagai tahun pembangunan dan pembenahan infrastruktur, menjadi nilai tambah di mata investor, sehingga tidak ada kekhawatiran iklim bisnis terhambat sarana dan prasarana," katanya di Jakarta, Senin (23/1/2012).
Sehingga dia berharap, tiga tahun mendatang, Indonesia tidak lagi dihadapkan pada persoalan keterbatasan infrastruktur. Lubis juga menuturkan, yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah mengarahkan investasi keluar Pulau Jawa yang selama ini mendominasi.
Peningkatan tren investasi keluar Jawa dalam dua tahun terakhir yang beranjak dari 18 persen ke 41 persen, perlu terus digenjot. Terlebih, pemerintah bertekad terus menjalankan program hilirisasi industri.
"Kita harapkan bisa meningkat (keluar Jawa) karena bahan baku banyak di luar Jawa, jadi menggunakan pendekatan industri pengolahan ke sumber bahan bakunya," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui, salah satu tantangan yang akan dihadapi dalam perekonomian nasional tahun ini adalah meningkatkan kinerja investasi. Dia berharap, perusahaan-perusahaan internasional maupun nasional berskala besar yang sudah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi, bisa merealisasikannya. Menkeu juga optimistis dengan perkembangan investasi tahun ini semakin potensial.
"Kondisi Indonesia yang baru naik kredit ratingnya di antara negara-negara lain yang sedang turun, tentu akan menjadi minat bagi investor untuk menanamkan dananya di Indonesia," kata Agus.
Mantan Dirut Bank Mandiri ini menyambut baik realisasi investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perbaikan di segala bidang yang tengah dijalankan, harus terus diupayakan lebih maksimal dan cepat, sehingga bisa menjawab tantangan yang ada. Dia mengklaim, dukungan fiskal disediakan untuk mendorong kinerja investasi.
"Fasilitas fiskal kita sudah berikan banyak, mulai dari tax holiday hingga perluasan sektor di tax allowance. Dukungan fiskal sudah banyak, yang perlu dikejar adalah infrastruktur, khususnya listrik," tandasnya. (nia)
(Rani Hardjanti)