Dahlan Iskan : Ini Alasan Rencana IPO Pegadaian Dibatalkan

R Ghita Intan Permatasari, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2012 08:43 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan. Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Rencana PT Pegadaian untuk mencatatkan sahamnya (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibatalkan. Apa alasannya?

"Pegadaian ternyata tidak jadi IPO karena pegadaian itu diabdikan untuk rakyat kecil. Orang-orang sangat memerlukan pendanaan khususnya masyarakat bawah," jelas Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Selasa (31/1/2012) malam.

Pegadaian, lanjutnya, memiliki performance yang luar biasa. Di mana laba yang dihasilkannya selalu bagus, kondisi perusahaannya juga sehat.

"Kalau di IPO akan gempar, dalam artian pasti laris. Tetapi kita mengingat, BUMN tidak sekadar mencari laba besar, tidak sekedar menumbuhkan perusahaan sebesar-besarnya. Tapi juga untuk kepentingan pembangunan bangsa," jelas dia.

Untuk itu, dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Menko Ekonomi Hata Rajasa soal pembatalan rencana IPO perusahaan pelat merah ini.

"Kita renungkan kembali, Pak Hatta sepakat, kita tinjau ulang rencana IPO Pegadaian dan kita putuskan untuk tidak IPO dulu. Entah kelak, tapi sementara ini tidak ada pembicaraan IPO Pegadaian," tutur dia.

Dia melanjutkan, jika menjadi perusahaan terbuka, maka Pegadaian akan dituntut untuk profit oriented, dan tidak memprioritaskan kebutuhkan masyarakat menengah ke bawah.

"Karena jika ini di IPO-kan, menjadi milik publik, diantara publik itu ada pembeli saham, orientasi laba. Direksi ditekan agar laba meningkat terus, supaya harga saham naik terus, kemudian nanti gadainya tambah mahal," beber dia.

"Jadi kita khawatir itu terjadi, karena kalau sudah IPO tuntutan harga saham kan naik terus kan. Supaya harga saham naik terus, labanya harus naik terus. Kalau labanya naik terus berarti bunganya kan harus tinggi, kalau bunganya harus tinggi, kalau bunganya tinggi kasihan orang-orang kecil yang menggadaikan barang-barangnya itu," pungkas Dahlan.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya