JAKARTA - Nilai ekspor Indonesia pada 2011 dikatakan telah melebihi target yang mencapai USD203,6 miliar atau meningkat 29,1 persen dibandingkan 2011. Target ekspor pemerintah pada 2011 adalah USD200 miliar.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan peningkatan nilai ekspor tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi negara lain seperti Belgia, Swiss, Amerika Serikat (AS), dan Brasil juga mengalami peningkatan ekspor.
"Peningkatan nilai ekspor Indonesia didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar USD162 miliar atau 24 persen dan ekspor nonmigas sebesar USD41,6 miliar atau naik 48,3 persen, dan pencapaian ini sangat membanggakan mengingat Indonesia salah satu negara yang mampu melipatgandakan ekspor dalam lima tahun terakhir," ungkap Gita dalam acara konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Walaupun demikian, krisis Eropa dan AS ternyata sudah memberikan dampak kepada ekspor Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari penurunan nilai ekspor Indonsia kedua negara tersebut.
"Komparasi year on year Desember 2011 menunjukkan ekspor Indonesia menurun ke Uni Eropa dan As dengan masing masing 12,9 persen dan 1,1 persen. Dan ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di negara lain seperti China, India, Brasil, dan Malaysia," tambahnya.
Kendati ekspor Indonesia menurun ke Uni Eropa dan AS, pada 2011 China justru menyumbang menjadi tujuan ekspor Indonesia pada 2011 yang tumbuh sampai 54 persen dibandingkan negara lain tujuan ekspor Indonesia.
"Selain China, India juga meningkat signifikan sebesar 34,8 persen. Peningkatan tersebut menggeser posisi Singapura dan Malaysia dari posisi ketiga menjadi keempat sebagai negara tujuan ekspor terbesar Indonesia," tukasnya.
Ekspor ke China dan India memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia selama 2011. Dari pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia sebesar 24,8 persen pada 2011, peningkatan ekspor ke China dan India mengkontribusi masing-masing 4,8 persen dan 2,1 persen.
(Widi Agustian)