JAKARTA - Meskipun ekspor 2011 telah melewati target USD200 miliar, namun dengan gejolak perekonomian global pemerintah harus tetap mewaspadai peningkatan beban dari sisi impor.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardjojo mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai beban dari sisi impor, terutama karena harga minyak tinggi sehingga komponen impor nilainya meningkat.
"Hal ini kita perhatikan di kuartal IV-2011 current acount kita bisa negatif," ungkap Agus Marto kala ditemui usai Rapat kerja Pengesahan DIM RUU PNPD Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Dia mengatakan, jika ekspor di 2012 tidak mencapai target, pemerintah sudah menyiapkan berbagai cara agar pertumbuhan perekonomian tetap bertumbuh dan terjaga.
"Dari fiskal kita sudah berikan banyak fasilitas yang harus didukung adalah konektivitas, infrastruktur khususnya listrik, pelabuhan dan kita juga akan bantu pembebasan lahan, perizinan yang seringkali tumpang tindih," pungkasnya.
Sekadar informasi, kinerja ekspor pada Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 0,22 persen menjadi USD17,20 miliar dari ekspor November 2011 sebesar USD17,24 miliar.
Namun secara year on year (yoy), ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen dari ekspor Desember 2010. Sementara untuk periode Januari 2011 hingga Desember 2011 total ekspor mencapai USD203,62 miliar di mana secara yoy naik 29,05 persen. (mrt)
(Rani Hardjanti)