Pegadaian Tawarkan Bunga Obligasi Tahap II 6,6-7,75%

Widi Agustian, Jurnalis
Kamis 09 Februari 2012 09:11 WIB
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA - Perum Pegadaian kembali menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap II dengan nilai sebesar Rp1 triliun.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012), obligasi ini dibagi dalam empat seri. Seri A senilai Rp150 miliar dengan bunga 6,6 persen dan tenor 370 hari. Seri B nilainya Rp150 miliar dengan bunga 7,25 persen dan tenor tiga tahun. Seri C nilainya Rp200 miliar dengan kupon 7,5 persen dan tenor lima dan. Terakhir seri D sebesar Rp500 miliar dengan bunga 7,75 persen dan tenor tujuh tahun.

Obligasi ini telah mendapat peringkat idAA+ dari Pefindo. Berperan sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi (underwritter) adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities, PT Indomitra Securities dan PT Valbury Asia Sekuritas. Dan wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk.

Obligasi ini telah memperoleh izin efektif pada 30 September 2011, penawaran pada 9 Februari, penjatahan 10 Februari, dan pencatatan di bursa pada 15 Februari.

Pada akhir tahun lalu, Pegadaian sudah menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I senilai Rp1 triliun ada di kisaran 7,5-9 persen. Seri A berjangka waktu tiga tahun sebesar Rp250 miliar dengan kupon 7,25 persen, seri B berjangka waktu lima tahun sebesar Rp250 miliar dengan kupon delapan persen, dan seri C berjangka waktu 10 tahun sebesar Rp500 miliar dengan kupon 10 persen.

Pegadaian akan menggunakan 30 persen dari dana hasil obligasi ini untuk modal kerja, yakni menyalurkan kredit kepada masyarakat. Sementara 70 persen sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan.

Di mana utang perum tersebut di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), rencananya akan diturunkan hingga Rp300 miliar, di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diturunkan hingga Rp300 miliar dan PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp100 miliar.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya