Cargill Sebaiknya Ajukan Pemberian Tax Allowance

Sandra Karina, Jurnalis
Senin 27 Februari 2012 16:48 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA - Investor asal Amerika Serikat (AS) yang bergerak di sektor agribisnis, PT Cargill Indonesia (Cargill) diusulkan untuk mengajukan permohonan agar bisa mendapatkan fasilitas insentif investasi tax allowance.

Seperti diketahui, Cargill berencana untuk membangun pabrik pengolahan kakao senilai USD110 juta dengan kapasitas produksi sekira 60 ribu ton biji kakao per tahun.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Benny Wachyudi menyatakan, tax allowance berbeda dengan tax holiday. Fasilitas tax holiday diberikan kepada investasi yang berisiko tinggi. Pasalnya, kata dia, semakin besar nilai dari sebuah investasi, maka akan semakin besar risikonya.

"Saya sarankan, Cargill bermain di tax allowance saja. Kita fokuskan tax holiday untuk investasi hilir minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Kalau untuk kakao, yang cocok itu tax allowance dan bea keluar," kata Benny di Jakarta, Senin (27/2/2012).

Sementara, penerapan bea keluar atas ekspor bahan baku justru lebih efektif untuk memacu investasi hilir sektor riil. Sedangkan tax allowance, lanjut dia, hanya merupakan pelengkap.

"Kalau tax holiday, itu untuk investasi yang memulai pembangunan suatu industri. Misalnya, permesinan. Kita butuh bangun di sini. Kalau kakao, dari segi bahan bakunya saja, investasi yang ada saat ini sudah hampir menyerap habis. Tax allowance dan bea keluar cukup efektif untuk itu," tandasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya