Indonesia Miliki Gedung Tertinggi Ke-5 Dunia yang Nasionalis

Nur Januarita Benu, Jurnalis
Jum'at 25 Mei 2012 11:01 WIB
(Dari kiri ke kanan) Managing Director Asia Pacific Development MHM Hospitality, Michael Sagild; Chairman Artha Graha Network, Tomy Winata; Presiden MGM Hospitality, Gamal Aziz; dan Presiden Komisaris PT Danayasa Arthatama Tbk, Santoso Gunara
Share :

JAKARTA - Perusahaan pengembang kawasan Sudirman Business District Center (SCBD) PT Danayasa Arthatama Tbk akan membangun gedung tertinggi di Indonesia, Signature Tower.

Gedung ini akan dibangun di tengah-tengah Kawasan SCBD dan memiliki 111 lantai setinggi 638 meter di atas permukaan tanah.

"Signature Tower dirancang dengan ide-ide yang terinspirasi dari keindahan alam, kekayaan, dan keragaman budaya Indonesia. Jika dilihat pada puncak gedung bentuknya seperti pucuk bunga melati dan membentuk seperti rumah Minangkabau. Selain itu juga terinspirasi dari perkasanya sayap burung Garuda yang merupakan lambang Indonesia," kata Direktur PT Danayasa Arthatama Tbk Agung R Prabowo saat dihubungi Okezone, Jumat (25/5/2012).

"Nantinya, kami juga akan buat bentuk-bentuk yang berdasar dari tangga kemerdekaan. Intinya ini proyek nasionalis lah, karena jika Singnature Tower ini sudah berdiri akan menjadi kebanggaan Indonesia juga kan," ujarnya.

Pencakar langit ini dirancang oleh konsultan kelas dunia yang berpengalaman dalam pembangunan gedung mega tinggi (mega tall buildings) di dunia, didampingi konsultan dalam negeri yang ternama. Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart & Associates, sebuah firma arsitektur ternama dari Atlanta, Amerika Serikat akan mengembangkan konsep bangunan Signature Tower dari inspirasi keindahan alam, kekayaan dan keragaman budaya Indonesia.

"Selain dengan mereka kami juga tetap bekerja sama dengan arsitek dan konsultan-konsultan ahli dari dalam negeri. Cuma untuk siapa-siapa saja mereka, saya belum bisa kasih tahu," papar Agung.

Pembangunan Signature Tower oleh perusahaan anak usaha Artha Graha Network milik pengusaha Tomy Winata ini, mulai dilakukan pada tahun ini dan diharapkan selesai pada 2017. Besarnya nilai investasi dalam pembangunan Signature Tower diperkirakan mencapai USD2 miliar.

Signature Tower-Jakarta disebut akan menjadi gedung tertinggi kelima di dunia. Hal ini berdasarkan daftar 100 gedung tertinggi di dunia yang dikeluarkan “Council of Tall Buildings and Urban Habitat", Illinois Institute of Technology, Chicago, Amerika Serikat pada Desember 2011.

Signature-Tower akan mengalahkan Petronas Tower-Kuala Lumpur yang ada di urutan ke-31 dengan ketinggian 452 meter dan jumlah lantai 88. Daftar tersebut menyebut, The Kingdom Tower-Jeddah sebagai gedung tertinggi di dunia, menjulang satu kilometer di atas permukaan tanah dengan jumlah lantai 156.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya