JAKARTA - Maraknya perdagangan di akhir perdagangan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 123,46 poin atau 3,32 persen ke 3.841,33. Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa di Asia.
Pada bursa Asia, indeks Hang Seng melonjak 261,50 poin atau 1,43 persen, indeks Nikkei melaju 151,53 poin atau 1,81 persen, dan indeks Straits Times menguat 46,07 poin atau 1,70 persen. Sedangkan indeks Shanghai bergerak anomali dengan turun tipis 2,36 poin atau 0,10 persen.
MNC Sekuritas dalam risetnya mengatakan, mulai stabilnya kondisi Dow Jones membawa angin segar bagi IHSG dan melanjutkan penguatannya, setelah berkurangnya tekanan jual.
"Fund asing yang memang sengaja keluar membuat IHSG turun selama ini dan keluarnya hedge fund tersebut tidak berkaitan dengan kuatnya kondisi makro dan mikro ekonomi Indonesia," tutur riset tersebut, Rabu (6/6/2012).
IHSG mengakhiri perdagangan dengan 267 saham menguat, 31 saham melemah dan 60 saham bergerak stagnan. IHSG mencatatkan transaksi sebesar Rp4,746 triliun dengan 4,416 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, aksi jual asing nampak mewarnai perdagangan sebesar Rp58,167 miliar.
IHSG bergerak dengan rentang 3.734,72-3.841,49. Indeks LQ45 tercatat menguat 24,18 poin atau 3,85 persen ke 652,73, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 17,59 poin atau 3,4 persen ke 527,91, dan indeks IDX30 melonjak 12,25 poin atau 3,9 persen ke 328,87.
Beberapa sektor pun kompak menguat, yakni sektor tambang naik 70,54 poin atau 3,7 persen, sektor aneka industri naik 60,72 poin atau 5,1 persen, sektor agrikultur naik 86,30 poin atau 4,1 persen, dan sektor properti melaju 10,28 poin atau 3,9 persen.
Saham yang bergerak menguat (top gainers) antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.900 ke Rp32.400, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp1.650 ke Rp23.500, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp1.550 ke Rp21.550.
Saham yang melemah (top losers) antara lain PT Lion Metal Works Tbk (LION) turun Rp700 ke Rp7.500, PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) turun Rp550 ke Rp1.650, dan PT Telekomunikasi Indonesa Tbk (TLKM) turun Rp150 ke Rp7.550.
(Martin Bagya Kertiyasa)