JAKARTA - Gabungan Pengusaha Industri Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan, adanya Roundtable on Suistanable Palm Oil (RSPO) atau sertifikasi untuk minyak sawit tidak sepenuhnya dinikmati oleh industri crude palm oil (CPO).
Ketua Bidang Pemasaran Gapki Susanto mengatakan, selama ini industri kelapa sawit di Indonesia belum mendapatkan {premium price} senilai USD5 per hektare untuk biaya sertifikasi tersebut.
"Sekarang industri kelapa sawit mendapatkan harga USD8 hingga USD10 per hektare, bukan USD5 seperti yang digembar-gemborkan selama ini," ungkap Susanto usai acara pelantikan pengurus Gapki periode 2012-2015 di Jakarta, Selasa (19/6/2012).
Walau demikian, Susanto menilai, sah-sah saja jika RSPO melakukan kampanye soal premium price senilai USD5 per hektare.
"Sah-sah saja jika RSPO melakukan kampanye seperti itu," tutup Susanto.
(Widi Agustian)