JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengaku selama ini banyak perusahaan-perusahaan pelat merah yang menjadi sapi perah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menurut Sofyan, perusahaan-perusahaan BUMN punya tradisi memberi upeti kepada anggota Dewan demi mendapatkan proyek.
"Itu cerita lama. Cuma selama ini tidak ada orang seperti Dahlan (Menteri BUMN sekarang) yang membongkar semuanya," kata Sofyan Djalil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk menjadi saksi dugaan korupsi pengadaan dua pesawat Boeing yang menjerat Hotasi Nababan, di Jakarta Selatan, Senin (5/11/2012).
Namun, selama menjabat sebagai Menteri BUMN, Sofyan Djalil mengklaim tidak pernah melakukan praktik kotor tersebut. "Saya sendiri waktu masih menjabat tidak pernah. Tapi kalau ada anak buah saya yang melakukan, saya tidak tahu," tukasnya.
Mantan Menteri Komukasi dan Informasi itu juga mengklaim tidak pernah mendapat laporan ada anak buahnya yang memberi upeti. "Laporan anak buah soal upeti tidak ada. Karena orientasi saya adalah kinerja. Karena tugas utama BUMN adalah mendulang keuntungan," papar Soyfan.
Sofyan menilai, tradisi upeti perusahaan-perusahaan BUMN terjadi karena lingkungan kerja yang dinilainya brengsek. "Ini kan lingkungan yang buruk sekali. Melakukan itu (memberi upeti) karena lingkungan yang brengsek. Tapi, apakah mereka melakukan, saya tidak tahu," kata Sofyan.