JAKARTA - PT CIMB Principal Asset Management berencana menerbitkan produk reksa dana saham CIMB Principal Indo Domestic Equity Fund dan satu reksa dana pendapatan tetap di 2013. Produk reksa dana tersebut akan fokus ke saham emiten yang produknya banyak dikonsumsi di dalam negeri.
“Tingkat konsumsi dalam negeri saya lihat masih tinggi padahal saat ini kondisi ekonomi global masih belum stabil dan current account defisit,” kata Presiden Direktur CIMB Principal Asset Management Reita Farianti, di Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Lebih lanjut, menurut Reita, ditambah dengan tahun lalu hingga tahun ini saham sektor konsumsi masih menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Adanya defisit neraca perdagangan atau currency account deficit sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan.
"Karena bila kita lihat nilai impor tahun lalu saja masih lebih banyak barang terutama bahan baku dan mesin-mesin pabrik dan bukan barang konsumsi," jelasnya.
Reita mencontohkan di Australia defisit perdagangan tidak terlalu mempengaruhi perekonomiannya. Apalagi di Indonesia yang ditunjang dengan demografi yang baik dan penduduk usia produktif lebih besar dari yang bukan usia produktif.
"Oleh karena itu defisit tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena kita memiliki sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu kami perkirakan IHSG tahun ini upside 15 persen,” ungkap dia.
(Widi Agustian)