JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pemotongan anggaran untuk converter kit. Anggaran yang dipangkas yakni sebesar Rp106 miliar dari anggaran sebelumnya sebesar Rp206 miliar.
"Tidak apa-apa dipotong sekarang karena memang belum siap infrastrukturnya. Untuk keberadaan SPBG yang merupakan tugas Pertamina, dan Pertamina akan intensif dalam pembangunan tersebut," ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat, usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/6/2013).
"Kegiatan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) melalui penyediaan converter kit yang semula anggarannya sebesar Rp206 miliar dipotong sebesar Rp106 miliar. Sisa anggaran sebesar Rp90,7 miliar diperuntukkan untuk pengadaan 4.000 unit converter kit beserta kegiatan pendukungnya," tambah dia.
Hidayat berharap ketersediaan SPBG pada 2014 sudah dapat mencapai target. Sehingga untuk keberadaan converter kit sudah bisa segera dilaksanakan dan program ini akan tetap berjalan. "Konversi BBM ke BBG akan berjalan karena sudah menjadi tugas pemerintah," jelas Hidayat.
Dia mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan perundingan kepada produsen mobil agar produksi di masa mendatang converter kit sudah termasuk dalam bagian komponen mesin. "Kita sedang berunding dengan produsen agar produksi yang akan datang, converter kit sudah di masukan di mesin," ucap Hidayat.
Diberitakan sebelumnya, Kemenperin telah melakukan pemotongan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar Rp183 miliar.
(Martin Bagya Kertiyasa)