JAKARTA - Mengawali pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut masih akan berada dalam tren bearish. IHSG akan berada pada kisaran support-resistance 4.810-4.920.
"Kami melihat tekanan jual akan mulai mereda, meskipun kami melihat indeks masih akan berada dalam trend bearish,"kata Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (10/6/2013).
Lebih lanjut, Purwoko menilai, meredanya tekanan terhadap indeks dapat dimanfaatkan untuk bargain hunting guna melakukan trading jangka pendek.
Sebelumnya, IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup anjlok cukup dalam -2,72 persen menyusul penurunan dalam yang terjadi bursa regional. Tekanan jual juga dipicu oleh berlanjutnya aksi jual investor asing.
"Hampir dua pekan terakhir investor asing melakukan aksi jual investasi yang mereka lakukan pada awal tahun. Meski demikian tekanan jual tidak hanya melanda saham unggulan, akan tetapi dapat dilihat juga terjadi pada saham second dan third liner," jelasnya.
Dari eksternal, kekhawatiran akan penghentian stimulus masih menjadi fokus investor global. Kamis pekan lalu ECB tidak mengumumkan adanya tambahan stimulus sehingga membuat bursa Eropa koreksi lebih dari 1 persen.
(Widi Agustian)