Jelang Pasar Bebas, Banyak Warga ASEAN Belajar Bahasa Indonesia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 20 Mei 2014 15:03 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - ASEAN Economic Community (AEC) yang akan di mulai pada Desember 2015 tentu memiliki dampak bagi Indonesia. Diberlakukannya AEC bagi Indonesia bagai dua sisi mata uang.

"Di satu sisi, hal itu merupakan peluang bagi para pelaku usaha di Indonesia berekspansi ke wilayah ASEAN tanpa adanya hambatan, Namun di sisi lain 'keran' akan terbuka luas bagi produk luar negeri masuk ke Indonesia," jelas Wakil Menteri Perdagangan (wamendag) Bayu Krisnamurthi seperti dikutip dari laman Kementerian Perdagangan, Selasa (20/5/2014).

Dia mengungkapkan, ketika AEC ini mulai diterapkan pasar Indonesia merupakan yang paling potensial di wilayah ASEAN dengan persentase 60 persen dari pasar ASEAN saat ini. "Besarnya pasar Indonesia tersebut telah dilirik oleh para pengusaha luar negeri, khususnya ASEAN," paparnya.

Hal ini tercermin dari laporan perwakilan negara di wilayah ASEAN yang menunjukkan tingginya minat warga negara ASEAN mempelajari Bahasa Indonesia.

Tantangan utama yang dihadapi pengusaha ketika memasuki era AEC adalah menciptakan produk inovatif yang berdaya saing tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang profesional, infrastruktur, teknologi, dan pemerintah dalam hal menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Dengan produk yang berdaya saing di tingkat dunia dan didukung oleh SDM profesional yang berkompeten, kita akan mampu bersaing dan menjadi pemimpin di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

"Pemerintah dalam hal ini Kemendag bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga/kementerian terkait akan memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha dalam upaya menciptakan produk berdaya saing tinggi,” tambah dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya