JAKARTA - Pertamina Energy Trading Limited (Petral) kerap dituding sebagai mafia minyak yang merugikan Indonesia. Alhasil, banyak kalangan yang menyuarakan untuk menutup anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut.
Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, mengatakan pernyataan tersebut belum tentu benar. Pasalnya, selama ini selalu di gembor-gemborkan akan menutup Petral. Namun, kenyataannya Petral masih beroperasi sampai sekarang.
"Ini kan baru wacana, jadi buktikan saja dulu benar enggak, kebanyakan wacana," ungkap dia saat ditemui di Jakarta, Senin (29/9/2014).
Menurut dia, isu tersebut, hanyalah bentuk dari pencitraan yang dilakukan oleh pemerintah. "Dulu buat pencitraan baru, pencitraan, super pencitraan," tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris SKK Migas, Gde Pradyana menilai, dengan dibubarkannya Petral ini tidak akan menyelesaikan persoalan mafia migas di Indonesia. Menurut dia, keberadaan mafia migas itu berada dari hulu hingga hilir Indonesia.
(Martin Bagya Kertiyasa)