Thanks before
Salam kenal, Mas Zendi.
Dalam keluarga penting untuk membuat pengaturan keuangan. Karena penghasilan masing-masing telah menjadi penghasilan bersama maka segala bentuk pengeluaran harus merupakan kesepakatan bersama,
Hal pertama yang bisa dilakukan dalam membenahi keuangan keluarga adalah membuat anggaran. Alokasinya adalah sebagai berikut :
- 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan, pakaian, bayar tagihan (listrik, pam, telepon, iuran rt/rw, dll), gaji pekerja, uang sekolah, dll
- 25 persen membayar cicilan utang
- 15 persen asuransi (jiwa, kesehatan dan harta benda)
- 10 persen tabungan
Selanjutnya Anda harus mempunyai dana darurat yang bisa digunakan dalam kondisi mendesak agar tidak mengganggu pengeluaran rutin bulanan. Untuk yang sudah berkeluarga idealnya mempunyai dana darurat sebesar 6-12 kali pengeluaran bulanan.
Simpanlah dalam instrumen yang gampang dicairkan, seperti tabungan, deposito atau emas. Setelah dana darurat terbentuk, Anda bisa memulai mengalihkan tabungan untuk berinvestasi agar bisa menambah aset atau kekayaan.
Untuk Asuransi, yang harus menjadi prioritas adalah pencari nafkah utama. Pastikan proteksi yang didapat sesuai dengan kebutuhan Anda, Jika di tempat kerja sudah diberikan proteksi untuk kesehatan yang memadai Anda bisa mengalihkan premi ke manfaat lainnya. Barulah selanjutnya bisa ditambah dengan asuransi pendidikan untuk anak-anak.
Semoga penjelasan saya dapat membantu Anda dalam mengelola keuangan keluarga.
Terimakasih
Sari Insaniwati, CFP
MRE Financial & Business Advisory
www.mre.co.id @mreindonesia
Mitra Rencana Edukasi, PT | Jl. Musi no.33 Cideng Gambir Jakarta Pusat 10150|ph 021-3856722|www.mre.co.id|follow us @mreindonesia
Join “Dare to Dream Indonesia”, our free entry program Coaching & Business mentoring. https://www.facebook.com/pages/Dare-to-Dream-Indonesia/11291371265.
(Widi Agustian)