Bahkan dirinya menyebut, tidak perlu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk memberikan penjelasan akan hal tersebut.
"Maka itu kalau kita tanya kenapa nilai tukar Rupiah terhadap dolar kita begitu. Saya bisa jawab tanpa pak Menkeu jawab," kata Sofjan di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Sofjan menjelaskan, pelemahan Rupiah ini dikarenakan sudah menjelang akhir tahun, banyak yang mau liburan keluar negeri, sehingga kebutuhan dolar AS pun meningkat.
"Hal ini pun ditambah dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi AS," ucapnya.
Melansir Bloomberg, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.
Dalam pergerakan awal, Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran Rp12.743-Rp12.885 per USD. Sementara itu, Rupiah selama 52 Minggu berada di kisaran Rp11.254-Rp12.885 per USD.
(Rizkie Fauzian)