"Kami tertolong dengan harga minyak mentah dunia yang turun ke titik rendahnya di level USD60 per barel, harga bahan baku jadi turun," ungkap Direktur IMPC Haryanto Tjiptodihardjo saat acara IPO perseroan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Meski demikian, dia mengatakan pelemahan Rupiah mencapai Rp12.900 per USD memang cukup memberatkan. Oleh karenanya, Impack mematok rencana kerja 2014 dengan kurs Rp12.500 per USD, dan batas aman Rp13.000 per USD.
"Kita lihat Rupiah, karena Rupiah baru dua hari ini yang cenderung fluktuatif. Kalau Rupiah melebihi Rp13.000 per USD, kita revisi target kinerja perseroan di tahun depan," ujarnya.
Pasalnya , saat ini perseroan membeli bahan baku hampir 99 persen menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Pendapatan perseroan sebagian didapatkan dari USD dan sisanya dalam bentuk Rupiah.
"Jika Rupiah terus turun. Kami akan sesuaikan harga jual produk, biar tidak terlalu berdampak ke kinerja perseroan," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)