JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membantah pasokan gas Elpiji 3 kilogram (Kg) di Banyumas, Jawa Tengah dikatakan langka. Pertamina mengklaim, pasokan untuk wilayah Banyumas tersebut sudah full yaitu sebanyak 933.000 tabung pada bulan Januari untuk 25 hari kerja (HK).
"Alokasi harian Banyumas adalah 37.320 tabung per hari. Pada bulan Januari jumlah hari efektif hanya 25 HK sehingga. Total alokasinya adalah 933.000 tabung. Namun dengan pertimbangan banyaknya event dan musim hujan (di luar perkiraan harga 12 Kg naik) kami sudah full kan alokasi menjadi 1.007.640 tabung," kata Assistant Manager Eksternal Relation MOR IV Pertamina Robert Marchelino Verieza kepada Okezone, Selasa (6/1/2015).
Pertamina bahkan juga mengklaim telah mengantisipasi lonjakan permintaan ini dengan menambahkan ekstra doping sebesar 100 persen alokasi harian dari tanggal 3 hingga tanggal Januari. "Jadi sudah diantisipasi kenaikan konsumsi sebesar 2 kali 100 persen alokasi harian. Kondisi di Ajibarang (perbatasan Banyumas-Cilacap, dan Banyumas-Brebes) pangkalan sebagian besar motoris," tambahnya.
Robert menyebut, selain faktor musim hujan, adanya migrasi pengguna dan pangkalan yang motoris yang menyebabkan gas Elpiji 3 kilogram (kg) cepat habis di pangkalan. Dia beralasan, yang diliput dalam pemberitaan media tersebut alokasinya 60 tabung per minggu.
"Ajibarang dalam dua minggu terakhir sudah di ekstra supply oleh agen-agen karena permintaan naik. Sehingga tidak benar bahwa di Kec. Ajibarang langka selama dua minggu. Kami akan koordinasi dengan Pemkab besok untuk cek lapangan dan mensosialisasikan kepada pangkalan agar mengutamakan pelayanan masyarakat di sekitar pangkalan bukan keliling dengan motor yang menyebabkan ada potensi rembes ke wilayah lain," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kenaikan harga Elpiji 12 kg juga dibarengi dengan kelangkaan Elpiji 3 kg di Banyumas Jawa Tengah. Kelangkaan tersebut sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Di sejumlah pangkalan, seperti Kec Purwokerto, Kec Ajibarang, Kec Kalibagor saat ini kosong. Ety Supriati (50), salah satu pemilik pangkalan gas Elpiji 3 kg di desa Ajibarang Kec Ajibarang mengatakan, saat ini pangkalan miliknya sering kosong. Padahal, warga saat ini banyak yang membutuhkan Elpiji 3 kg karena harga Elipiji 12 kg sudah tidak terjangkau.
(Widi Agustian)