JAKARTA - Pergerakan Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berpeluang kembali melemah. Masih adanya sentimen negatif, serta masih berlanjutnya pelemahan Euro dan kembali berbalik turunnya Yen membuat dolar berkesempatan untuk menguat.
"Hal tersebut,tentu membuat dolar berkesempatan untuk menguat dan berimbas pada pelemahan mata uang lainnya," tutur Kepala Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta,Kamis (8/1/2015).
Lebih lanjut Reza menjelaskan, belum adanya trigger positif dalam negeri yang dapat membuat Rupiah menguat maupun antisipasi pelaku pasar terhadap imbas dirilisnya hasil meeting The Fed pada 16-17 Desember 2014 yang lalu sehingga membuat pelaku pasar lebih memilih mentransaksikan dolar
“Laju Rupiah berada di bawah target level support Rp12.665 per USD. Belum adanya perubahan ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Menurutnya, masih adanya sentiment negatif membuat laju Rupiah berpeluang kembali melanjutkan pelemahan, namun diharapkan dapat lebih terbatas.
“Tetap waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah Rp12.750-rP12.727 (kurs tengah Bank Indonesia)," tandasnya.
(Rizkie Fauzian)