Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Nus Nuzulia Ishak mengatakan, Indonesia menjadi salah satu sasaran ekspor bagi kedua negara itu.
"Australia, Brasil jangan macam-macam juga, karena ekspornya cukup besar ke kita (Indonesia)," ujar Nus kepada wartawan di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
Nus menuturkan, dua komoditi terbesar yang nilainya paling banyak diekspor oleh Brasil ke Indonesia berupa soybean (kacang kedelai) dan jagung. "Soybean sebesar USD845,83 juta itu sekitar 33,13 persen dan jagung USD310,95 sekitar 12,18 persen," papar dia.
"Nilai impor gandum Indonesia dari Australia pada 2014 saja sekitar USD1,26 miliar, sedangkan untuk nilai ekspor gandum Australia ke dunia di tahun yang sama senilai USD 5,37 miliar," jelas Nus.
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan jika pasar ekspor gandum Australia ke Indonesia terbilang lebih dari 20 persen. Selain itu, impor hewan ternak hidup Indonesia dari Australia di 2014 mencapai USD 682 juta. "Sedangkan ekspor Australia ke dunia sendiri di tahun yang sama mencapai USD 1,12 miliar," imbuh dia.
"Hal itu membuktikan Indonesia merupakan negara tujuan utama ekspor ternak hidup Australia dengan pangsa sekitar 50 persen," tambah Nus.
Lebih lanjut Nus menjelaskan, bila perekonomian Australia dan Brasil terlihat masih berada pada pasar Indonesia. "Kita (Indonesia) merupakan negara sasaran terbesar ekspor mereka (Brasil dan Australia)," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)