Direktur CBA Centre For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, mengatakan tujuan dari para mafia tersebut adalah menghilangkan stok beras di pasaran. Dengan demikian, pemerintah akan dipaksa untuk melakukan impor beras.
"Mafia beras sangat pintar membaca kebijakan beras era Jokowi ini. Mafia beras tahu, program ketahanan pangan hanya sebuah janji. Target mafia beras hanya satu, agar Pemerintah Jokowi dipaksa untuk melakukan impor beras sebanyak banyaknya ke Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (1/3/2015).
Menurutnya, operasi pasar dirasa akan percuma jika metode Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tidak diubah. Pasalnya, melalui metode tersebut harga pembelian pemerintah dari masyarakat hanya sebesar Rp.3.300 per kg. Padahal harga di pasar bisa mencapai sebesar Rp.12.500.
"Artinya, masyarakat lebih baik menjual beras melalui pasar daripada menjual ke Bulog. Padahal, Bulog membeli Beras melalui mitra Bulog, dan mitra yang aktif menjual ke Bulog hanya sebanyak 50,87 persen saja," imbuhnya.
Karenanya, dia menilai HPP seharusnya lebih berfungsi sebagai batas terendah dari harga pasar, dan juga sebagai indikator perlu atau tidaknya impor beras.
"Seharusnya, Jokowi tidak hanya blusukan ke mana-mana, tapi harus punya pikiran bahwa metode ini harus dihapus. Dan HPP bukan untuk membantu petani agar bisa kaya raya malahan petani bisa menjadi miskin," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)