Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta, pelemahan Rupiah ini jangan hanya dibandingkan dengan dolar AS.
"Ya terus kenapa. Sekarang jangan hanya lihat Rupiah absolut, kita lihat mata uang lain juga melemah terhadap dolar AS, dan Rupiah ini menguat terhadap beberapa mata uang lain. Itu tolong dilihat juga," tegas Bambang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Bambang menambahkan, langkah yang tepat untuk memperbaiki nilai tukar Rupiah terhadap dolar adalah menjaga defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD).
"Ya kita kalau hanya kebijakan jangka menengah panjang bagaimana menjaga current account defisit, itu saja," sebutnya.
Bambang menjelaskan, pihak Bank Indonesia saat ini 'sengaja' melemahkan nilai tukar Rupiah agar memperbaiki CAD.
"Pasti, itu adalah reaksi spontan, kalau current account defisit melebar, pasti nilai tukarnya melemah, karena saat nilai tukarnya melemah diharapkan current account defisitnya membaik," imbuhnya.
Bambang memperkirakan, CAD Indonesia hingga semester I-2015 masih diangka 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Perkiraan kita, karena kita masih ada kebutuhan impor, pembangunan infrastruktur, kemungkinan masih sekitar tiga persen terhadap PDB," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)