Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, anggapan itu hanyalah masalah miss communication. Namun dirinya mengungkapkan sudah diluruskan dengan berbicara langsung.
"Cuma satu yang ngomong, si Tony (pengamat ekonomi dari UGM). Tapi sudah ngomong sama saya langsung, itu cuma karena miss komunikasi saja," jelas Bambang di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
Di sisi lain, Bambang menyatakan, pada bulan April ini penerimaan pajak akan mulai meningkat. Walaupun sebelumnya, di dua bulan awal penerimaan pajak masih rendah. Tercatat hingga akhir Maret, penerimaan pajak baru Rp170 triliun.
"Ya kita mulai, yang disebut tahun pembinaan, di mana dirjen pajak akan sampaikan koreksi terhadap SPT wajib pajak dalam lima tahun terakhir. Mulai dilakukan April," tukasnya.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai pemerintah terkesan memaksakan dalam menargetkan pencapaian pajak dalam negeri.
"Di satu sisi pemerintah menargetkan pajak yang tinggi, tapi melihatnya semacam membabi buta semuanya dipajaki. Ini sangat kontra produktif," kata Tony belum lama ini.
(Rizkie Fauzian)