MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada akhir tahun ini menargetkan angka kemiskinan di daerah itu turun menjadi 8 persen dari 9,08 persen pada akhir 2014.
"Sebenarnya angka kemiskinan 9,08 persen ini sudah cukup bagus karena masih di bawah angka nasional yang mencapai 10 persen. Namun, kami bertekad untuk menurunkannya lagi menjadi 8 persen dari jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa pada akhir tahun ini," kata Bupati Malang, Rendra Kresna, di Malang, Sabtu (18/4/2015).
Untuk menurunkan angka kemiskinan dari 9,08 persen menjadi 8 persen pada akhir tahun 2015 itu, kata Rendra, di antaranya dengan memberdayakan dan memaksimalkan keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang dikawal oleh Damandiri yang diketuai Prof Haryono Suyono tersebut.
"Melalui Posdaya ada pemberdayaan kepada masyarakat yang didukung oleh Perguruan Tinggi (PT) maupun instansi swasta, bahkan masyarakat diberikan pelatihan maupun akses modal kerja (usaha), bahkan melalui Posdaya tersebut, Pemkab Malang terus bertekad mengubah warna merah (masyarakat miskin) menuju warna kuning (sejahtera)," katanya.