"Karena gubernur dan bupati front atau garda terdepan awasi kebutuhan pokok di daerahnya, jagung kedelai gula pasir serta beras. Kepolisian ajak berkoordinasi dengan pemda dan kalau perlu dibentuk gugus tugas khusus investigasi peredaran beras plastik," tegasnya.
Mantan Dekan FEUI ini menambahkan dampak yang paling terasa adalah keresahan masyarakat secara psikologis bila isu beras plastik berlarut-larut. Menjelang puasa dan lebaran, lanjutnya, konsumsi beras akan sangat tinggi, dan jika tak ditangani cepat maka beras berkualitas yang bagus akan terjadi penumpukan stok.
"Aksi penumpukan beras plastik tak terselesaikan, tentunya akan menyulitkan penjual beras. Saat yang tepat bagi pemerintah buat satgas khusus," paparnya.
Bahkan Firmanzah menengarai bahwa kasus ini sudah berpotensi kriminal karena meresahkan.
"Kita belum tahu ya sampai kasus ini terungkap masih berandai-andai, kenapa motifnya seperti apa terlibat di dalamnya, kenapa beredar di masyarakat, saya rasa iya kriminal sebab tak hanya meresahkan publik tetapi sangat jahat sekali jika dikonsumsi akan sebabkan keracunan," tutupnya.
(Widi Agustian)