"Saya garis bawahi rencana jangka pendek untuk greater di sekitar wilayah Jakarta dan Bekasi maupun Jabodetabek. Tetapi, tidak menutup kemungkinan juga inside di Jakarta, serta masuk Jawa Timur (Jatim) juga," tutur Direktur Utama Perseroan Fernandus Chamsi di Jakarta,Jumat (12/6/2015).
Sementara itu, dalam mengembangkan pergudangan Perseroan memprioritaskan pola built-to-suit di mana properti logistik beserta sarana dan prasarana pendukungnya yang dibangun sesuai dengan tenant atau penyewa.Pola tersebut,diyakini dapat mendukung efisiensi kegiatan usaha para tenant.
"Strategi usaha Perseroan dalam menjalankan usahanya antara lain dengan, tetap fokus pada pembangunan pergudangan berskala modern dengan didukung sarana dan prasarana yang berkualitas,"tambahnya.
Sekedar informasi, Perseroan melepas saham ke publik melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) sebanyak 1,71 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 585 per saham.
Dana hasil IPO sebesar 90 persen akan digunakan untuk pembelian lahan di wilayah strategis, akuisisi, dan investasi. Sisanya, sebesar 10 persen dialokasikan untuk belanja modal kerja.
(Rizkie Fauzian)