Ada Proyek Baru, Mega Manunggal Bukukan Pendapatan Rp300 Miliar pada 2018

Jum'at 01 Februari 2019 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 278 2012345 ada-proyek-baru-mega-manunggal-bukukan-pendapatan-rp300-miliar-pada-2018-OYJxXsX8UN.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Sepanjang 2018, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMPL) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp300 miliar atau naik 30% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Yang mendongkrak pendapatan adalah beberapa proyek baru 2017 yang mulai diakui pendapatan pada 2018. Selain itu, ada juga kontrak yang diperoleh pada 2016 dan 2017, tetapi diakui 2018,” kata Head of Finance & Investor Relation Mega Manunggal Asa Siahaan, dikutip dari Harian Neraca, di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Selain itu, emiten pergudangan ini juga membukukan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) bisa mencapai 30% sepanjang 2018.

Adapun capaian EBITDA perseroan pada 2018 berada pada kisaran Rp210 miliar sampai dengan Rp220 miliar.Peningkatan tersebut karena adanya beberapa proyek baru MMLP yang selesai pada 2017, lalu pendapatan diakui pada 2018.

Perusahaan mengungkapkan, proyek yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan berada di Cibatu, Cilengsi dan Blok AE MM2100-Cibitung. Pada tahun ini, MMLP tengah melakukan pembangunan gudang baru di tiga kota, Cikarang, Bogor dan Jababeka untuk meningkatkan pendapatan. Di samping itu, perusahaan hanya memproyeksikan peningkatan pendapatan sekitar 10%.

Baca Juga: Laba Sumi Indo Naik 378% Setara USD1,14 Juta

Kata Asa Siahaan, proyeksi pertumbuhan pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 2018. Adapun, target pendapatan MMLP pada 2019 senilai Rp340 miliar. Adapun peningkatan target tersebut lantaran adanya penambahan tigagudang baru dengan total luas sebesar 135 ribu m2 yang sedang dibangun perusahaan.

"Dari sisi pertumbuhan turun, karena ada periode konstruksi. Jadi, kalau kami memperoleh kontrak pada 2019, maka akan diakui pada 2020," ujarnya.

Baca Juga: BEI Terbitkan IDX80 dan Penerapan Free Float pada Penghitungan Indeks LQ45

Tahun ini, lanjutnya, perusahaan mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,7 triliun untuk bisnis pergudangan. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembelian tanah dan pembangunan gudang. Penambahan gudang dilakukan untuk memenuhi permintaan sewa gudang. Belanja modal tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Komposisi pinjaman perbankan dalam belanja modal 2019 senilai Rp900 miliar.

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), perusahaan memutuskan memangkas jumlah direksi dari tiga menjadi dua direksi. Keputusan tersebut terkait berlakukanya perubahan peraturan I-A tentang pencatatan efek, khususnya terkait peniadaan kewajiban adanya direktur independen.

Kata Sekretaris Perusahaan MMLP, Khrisna Daswara, saat ini susunan BOD adalah Bonny Setiawan sebagai Direktur Utama dan Loa Siong lie sebagai Direktur. Disampaikannya, pengurangan jumlah direksi untuk memastikan penekanan kebijakan dan menanggapi peraturan I-A tentang pencatatan efek, khususnya peniadaan jabatan direksi independen.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini