"Dari sisi pertumbuhan turun, karena ada periode konstruksi. Jadi, kalau kami memperoleh kontrak pada 2019, maka akan diakui pada 2020," ujarnya.
Baca Juga: BEI Terbitkan IDX80 dan Penerapan Free Float pada Penghitungan Indeks LQ45
Tahun ini, lanjutnya, perusahaan mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,7 triliun untuk bisnis pergudangan. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembelian tanah dan pembangunan gudang. Penambahan gudang dilakukan untuk memenuhi permintaan sewa gudang. Belanja modal tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Komposisi pinjaman perbankan dalam belanja modal 2019 senilai Rp900 miliar.
Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), perusahaan memutuskan memangkas jumlah direksi dari tiga menjadi dua direksi. Keputusan tersebut terkait berlakukanya perubahan peraturan I-A tentang pencatatan efek, khususnya terkait peniadaan kewajiban adanya direktur independen.
Kata Sekretaris Perusahaan MMLP, Khrisna Daswara, saat ini susunan BOD adalah Bonny Setiawan sebagai Direktur Utama dan Loa Siong lie sebagai Direktur. Disampaikannya, pengurangan jumlah direksi untuk memastikan penekanan kebijakan dan menanggapi peraturan I-A tentang pencatatan efek, khususnya peniadaan jabatan direksi independen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.