Share

BEI Terbitkan IDX80 dan Penerapan Free Float pada Penghitungan Indeks LQ45

Jamilah, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 278 2012305 bei-terbitkan-idx80-dan-penerapan-free-float-pada-penghitungan-indeks-lq45-WSwa0IkHE3.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia menerbitkan indeks atas harga 80 saham (IDX80) perusahaan tercatat yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

“Indeks IDX80 diharapkan dapat menjadi alternatif acuan bagi para investor dan Manajer Investasi dalam melakukan investasi,” ujar Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Hani Ahadiyani dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Pasalnya proses seleksi IDX80 diawali dengan penentuan saham-saham semesta (universe), yaitu memilih 150 saham dari seluruh saham tercatat berdasarkan total nilai transaksi di pasar regular selama 12 bulan terakhir.

“Dari 150 saham tersebut dipilih 80 saham konstituen Indeks IDX80 dengan mempertimbangkan faktor likuiditas, yaitu nilai dan frekuensi transaksi di Pasar Reguler, jumlah hari transaksi di Pasar Reguler dan kapitalisasi pasar saham free float. BEI juga memperhatikan faktor-faktor fundamental yang mencakup kinerja keuangan, kepatuhan, dan lain-lain,” sambungnya.

Baca Juga: BEI Ajukan Permohonan Buka Rekening Efek Lewat HP

Tidak hanya itu, metode penghitungan Indeks IDX80 menggunakan metode Capped Free-Float Adjusted Market Capitalization Weighting. Indeks ini menggunakan kapitaliasi pasar free float sebagai bobot dengan mengenakan pembatasan bobot (capping) suatu saham dalam indeks paling tinggi adalah 9% pada saat evaluasi. BEI menetapkan tanggal dasar untuk Indeks IDX80 pada 30 Januari 2012 dengan nilai dasar 100.

BEI akan melakukan 2 jenis evaluasi berkala atas Indeks IDX80, yaitu Evaluasi Mayor yang mencakup evaluasi atas konstituen dan penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks.

“Evaluasi Minor untuk indeks tersebut dilakukan setiap akhir bulan Juli dan selanjutnya akan efektif setiap Hari Bursa pertama di bulan Agustus, yang hanya mencakup penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks. Evaluasi Mayor atas Indeks IDX80 akan dilakukan setiap akhir bulan Januari dan selanjutnya akan efektif setiap Hari Bursa pertama di bulan Februari,” ujar Hani.

Baca Juga: Transaksi Saham di BEI Sudah Sesuai Syariah

Pada saat yang sama, BEI memulai tahapan awal atas penerapan free float pada bobot penghitungan Indeks LQ45 dan IDX30. Pada tahap ini, jumlah saham bukan free float yang tidak dihitung sebagai bobot adalah 30%, sehingga jumlah saham yang dihitung sebagai bobot adalah jumlah saham free float ditambah dengan 70% dari jumlah saham bukan free float.

BEI juga secara bertahap akan mengurangi jumlah saham bukan free float dari bobot penghitungan Indeks LQ45 dan IDX30 hingga akhirnya hanya menggunakan jumlah saham free float sebagai bobot penghitungan pada 1 Agustus 2019. Pada setiap penyesuaian bobot, BEI akan melakukan pengumuman 5 Hari Bursa sebelum efektif.

“Di masa mendatang, diharapkan indeks IDX80 ini dapat digunakan sebagai landasan acuan bagi produk-produk pasar modal, seperti reksa dana, ETF, serta produk-produk derivatif lainnya. Selain itu pula, para investor pun dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik,” tutupnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini